Selasa, 18 Oktober 2011

Peninggalan sejarah yang terbengkalai


Puluhan orang dan kendaraan roda dua serta roda empat terlihat ramai memadati jembatan yang di bangun puluhan tahun yang lalu,
namun padatnya jembatan tersebut bukan karna ada hal yang menarik untuk di kunjungi, melainkan satu-satunya titi penghubung di tiga Kecamatan Kabupaten aceh tamiang ini putus.

Hal ini bukan pertama kalinya terjadi, melainkan hampir setiap bulan titi yang sering di sebut warga sebagai titi Glodek ini mengalamai hal yang sama, penyebabnya tidak lain adalah selain usia jembatan yang suudah terlalu lama, faktor kendaraan truk yang melintas melebihi tonase yang melintas di jembatan tersebut melampaui batas maksimal, selain itu kurangnya respon Pemda Aceh Tamiang yang mengakibatkan hancurnya jembatan penghubung di Kecamtan Tamiang Hulu, Kecamatan Tenggulun dan Kecamatan Bandar Pusaka tersebut. Padahal jembatan ini adalah jembatan peninggalan sejarah yang semestinya di renovasi agar terjaga kealamianya.

Akibatnya segala aktifitas yang terjadi melewati jembatan ini terhambat, baik dari segi ekonomi maupun waktu warga mengalami kerugian yang luar biasa. Semoga Pemda Aceh Tamiang dapat merespon dengan cepat hal-hal yang menyangkut kepentingan khalayak ramai.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

ini log punya armansyah anak industri tu ya!!!

One Tamiang mengatakan...

ya,,

Posting Komentar

komentar yang mengandung SARA, cacian tidak akan di terbitkan.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles